TIPS KEHAMILAN SEHAT DI TENGAH PANDEMI COVID19

Kehamilan Sehat di Tengah Pandemi Covid 19

Corona Virus (Covid 19) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Di Indonesia hingga tanggal 23 Desember 2020 terdapat  685.639 kasus positif, 558.703 sembuh, 20.408 meninggal (Kemenkes RI, 2020).

Selama kehamilan, ibu akan mengalami banyak perubahan imunitas pada tubuhnya yang mengakibatkan lebih rentan terinfeksi Covid 19. Namun hal tersebut bisa dicegah dengan kebiasaan adaptasi baru yang dianjurkan oleh kementerian kesehatan diantaranya:

  1. Sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan 6 langkah selama 20 detik
  • setelah bepergian/ keluar rumah
  • setelah menyentuh barang yang kemungkinan terkontaminasi Covid 19
  • setelah berbincang dengan orang lain
  • setelah BAB dan BAK
  • sebelum dan sesudah makan
  1. Menggunakan masker ketika keluar rumah/ berinteraksi dengan orang lain
  • menggunakan masker yang benar dengan menutupi mulai dari hidung hingga dagu
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan
  • buang masker sekali pakai atau selalu cuci masker kain untuk digunakan kembali
  1. Selalu menerapkan social dan physical distancing dengan menjaga jarak minimal 1.5 meter
  2. Rajin olahraga
  • Aktifitas fisik seperti senam hamil setelah usia kehamilan 20 minggu
  • Yoga
  1. Istirahat cukup
  2. Makan dengan gizi seimbang

Asupan nutrisi yang baik sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan janin. Nutrisi yang seimbang dibutuhkan ibu hamil adalah makronutriens yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrients diantaranya asam folat, kalsium, vitamin D, zat besi, Zinc, dan selenium.

Hal- hal yang harus di hindari oleh Ibu hamil:

  1. Jabat tangan, cium pipi, cium tangan
  2. Sentuh muka, mata, hidung, dan mulut sebelum cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  3. Pertemuan dan kegiatan sosial lainnya
  4. Pergi berbelanja kecuali untuk kebutuhan pokok

 

Penulis: Nurul AInia, S. KM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *