Mengatasi Stres di Masa Pandemi

Masa Pandemi saat ini rentan menyebabkan seseorang merasa stres. Ketidakpastian akan masa depan, tekanan ekonomi yang semakin berat dan banyak perubahan yang terjadi seringkali menjadi beberapa faktor penyebab dari stres.

Pada tahun 1936, Hans Selye, seorang dokter, memperkenalkan sindrom adaptasi menyeluruh (General Adaptation Syndrome- GAS), suatu gambaran respons biologis untuk bertahan dan mengatasi stres fisik. Terdapat 3 fase dalam model ini:

  1. Fase pertama. Reaksi alarm. Sistem saraf otonom diaktifkan oleh stres. Jika stres terlalu kuat maka terjadi luka pada saluran pencernaan, kelenjar adrenalin semakin membesar dan thimus menjadi melemah.
  2. Fase kedua. Resistensi yaitu organisme beradaptasi dengan stres melalui berbagai mekanisme coping yang dimiliki.
  3. Jika stresor menetap atau organisme tidak mampu merespons secara efektif, terjadi fase ketiga yaitu tahap kelelahan (exhaustion) yang amat sangat (Selye, 1950).

Pada intinya, stres dianggap sebagai respons terhadap berbagai kondisi lingkungan dan dapat mengakibatkan berbagai perubahan fisiologis.  Ada juga yang menyatakan jika stres adalah stimulus (penyebab), bukan respons (akibat). Dimana stimuli tersebut berupa pengalaman yang dirasakan tidak menyenangkan bagi seseorang. Jadi, seseorang dapat merasa stres saat disebabkan oleh hal-hal tertentu namun juga bisa karena stres maka menimbulkan dampak secara fisik pada dirinya (Davison, C. Gerald., Neale, M. John., Kring, Ann.M., Februari 2010).

Cara mengatasi stres (coping) terbagi menjadi 2, dapat secara emosional dan yang berfokus pada masalah (Davison, C. Gerald., Neale, M. John., Kring, Ann.M., (Februari 2010).

  1. Hindari terlebih dahulu membaca berita negatif mengenai pandemi. Cari berita yang positif atau membaca dan melihat mengenai hal-hal yang menyenangkan bagi diri sendiri.
  2. Lakukan relaksasi secara rutin jika dirasa efek pandemi mulai terasa berat baik secara fisik maupun emosional. Cara melakukan relaksasi :
    • Pejamkan mata
    • Fokus pada pernafasan. Tarik nafas dan hembuskan perlahan, lakukan hingga merasa tenang
    • Bayangkan jika diri berada di tempat yang menyenangkan. Usahakan untuk membayangkan tempat tersebut sejelas mungkin dan dapat diiringi dengan lagu atau musik yang menenangkan.
    • Lakukan selama 15-30 menit hingga badan terasa rileks dan segar.
    • Tetap fokus pada pernafasan dan mulai hitung mundur secara perlahan.
    • Buka mata pelan-pelan
    • Silakan dicoba
  3. Bicara pada orang lain juga dapat membantu seseorang untuk merasa lebih tenang karena merasa jika ada teman untuk berbagi perasaan dan pikiran. Tuangkan apa yang membuat stres hingga perasaan menjadi lega.
  4. Jangan lupa untuk tetap berpikiran positif dan yakin jika Pandemi akan berakhir. Situasi serta kondisi mungkin tidak dapat kembali seperti semula namun kita dapat berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
  5. Cari informasi secukupnya mengenai penyakit Covid-19 dan situasi pandemi dari sumber yang jelas dan terpercaya. Misalnya, penyebab penyakit, cara penularan, cara pencegahan dan lain-lain.
  6. Hindari mencari informasi dari grup whatsapp atau “Katanya orang”.
  7. Pahami jika kita perlu melakukan PHBS sebagai tindakan pencegahan dan untuk melindungi diri sendiri serta keluarga. PHBS ini juga harus kita biasakan terapkan pada keluarga. Sesuatu menjadi kebiasaan jika secara rutin dilakukan selama kurang lebih beberapa bulan.
  8. Jadikan kebiasaan untuk mencuci tangan dengan benar setiap 1-2 jam sekali, sebelum memegang wajah, sebelum masuk rumah, setelah memegang uang dan lain-lain.
  9. Jangan lupa memakai masker dan baju yang tertutup saat keluar rumah untuk melindungi diri.
  10. Selalu membawa handsanitizer saat keluar rumah dan jika memungkinkan memakai sarung tangan plastik.
  11. Jika sulit untuk mendapat sarung tangan plastik, maka hindari memegang barang yang ada di tempat umum dan selalu mencuci tangan sebelum masuk rumah.
  12. Hindari keluar rumah untuk hal yang tidak perlu.
  13. Saat sampai rumah, selalu ganti baju dan mandi.
  14. Saat diluar rumah, usahakan untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain.
  15. Pahami dan terapkan mengenai etiket batuk dan bersin. Yaitu, menutup mulut dan hidung menggunakan tissu atau lipatan siku tangan bila batuk atau bersin dan membuang tissu tersebut ke tempat sampah. Gunakan masker standar dan bersih bila batuk serta harus keluar rumah, agar droplet tidak menyebar.

(Sumber)

 

Kontributor: Ayu Larasati., M.Psi., Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat