Dampak Perilaku Body Shaming pada Kesehatan Mental

Body Shaming adalah tindakan atau praktik mempermalukan seseorang dengan membuat komentar mengejek dan mengkritisi tentang tubuhnya. Dari penelitian yang dilakukan, terdapat Lebih dari 900 kasus Body Shaming di Indonesia selama 2018 . Dampaknya adalah :

  1. Tidak Percaya Diri

Ketika seseorang tidak percaya diri, maka ia akan menjadi seseorang yang ragu – ragu dalam segala hal. Ia akan terlalu memikirkan pandangan serta respon orang lain dalam hidupnya. Akibatnya ia menjadi nampak tidak mampu memutuskan sesuatu karena akan merasa salah terus. Ia menjadi tidak dapat mengembangkan diri secara optimal demi keberhasilan dirinya dimasa depan.

 

  1. Depresi

Orang yang depresi maka ia akan cenderung mengurung diri dan memisahkan diri dari lingkungan sosialnya. Akibatnya ia kurang dapat membangun support system secara kokoh dan akan merasa tidak puas dengan dirinya. Ia akan merasa dirinya tidak berharga dan akan mengakibatkan perilaku lain yang akan membahayakan dirinya.

  1. Diet Berlebihan

Ketika seseorang fokus terhadap tubuh kita, maka kita akan merasa kurang nyaman. Oleh sebab itu seseorang yang mengalami body shaming terhadap tubuhnya akan melakukan berbagai cara untuk memperbaiki bentuk tubuhnya tersebut. Apabila ia gagal melakukannya maka kecemasan akan muncul dan akan semakin membuatnya depresi. Akibat lain yang akan dialami yaitu melakukan kegiatan diet secara berlebihan yang berpotensi buruk untuk kesehatannya.

  1. Cemas pada Citra Tubuh

Cemasnya seseorang terhadap citra tubuhnya menjadikan ia sulit fokus terhadap hal – hal penting lainnya. Ia akan terlalu memikirkan bentuk tubuhnya dan akan membanding – bandingkan dengan orang lain. Ketika rasa cemas ini terus menerus ia rasakan maka harga dirinya dapat menurun.

  1. Bunuh Diri

Saat seseorang mengalami kecemasan dan depresi yang terus menerus, maka perilaku fatal lain yang akan dapat terjadi yaitu tindakan bunuh diri. Betapa dahsyat pengaruh citra diri pada seseorang yang akan menyebabkan ketidakberhargaan diri serta membuat ia membenci dirinya sendiri.

  1. Gangguan Psikologis lainnya

 

32% korban Body Shaming akan melakukan hal serupa kepada orang lain. Sehingga jika kita tidak segera mengatasi kebiasaan buruk dan mengurangi intensitas kebiasaan ini maka kita akan turun membiarkan pelaku body shaming akan terus menjamur dari masa ke masa dan akan menjadi sebuah kewajaran. Jika persepsi masyarakat sudah membentuk suatu kewajaran, maka penanganan tidak akan menjadi prioritas. Apa penyebab munculnya body Shaming? Yaitu salah satunya adalah adanya persepsi yang salah dari citra tubuh. Pada masa lalu, bahwa tubuh yang berisi merupakan tanda kemakmuran dan kebahagiaan. Rambut mengembang dengan badan yang berisi juga memiliki anggapan yang lebih positif dibanding tubuh yang sangat kurus dengan rambut tipis. Perubahan Penilaian gemuk dan kurus tersebut terjadi terutama dibudaya barat. Penilaian gemuk dan kurus pada th 2000-an saat ini mengalami perubahan apalagi memasuki munculnya era sosial media. Adanya iklan iklan yang mengatakan standart cantik wanita yaitu memiliki kulit yang putih, rambut terurai hitam serta memiliki tubuh yang kurus. Begitu juga dengan laki – laki, yaitu dengan tubuh tegap proporsional, muka mulus dan jago olah raga maupun memiliki komunitas yang dapat dibanggakan. Pengaruh idola yang mempengaruhi persepsi seseorang akan citra yang ideal. Kebiasaan melakukan body shaming rata – rata terjadi saat masa remaja, meskipun tidak menutup kemungkinan juga dijenjang usia lainnya turut melakukan suatu hal yang masih termasuk perundungan atau bullying ini. Kata – kata  seperti, “badan gembrot”, “jelek”, “bodoh”, “jerawatan”, “pendek”, “gosong” dll terasa biasa untuk dimasukkan kedalam percakapan sehari – hari yang dipersepsikan oleh remaja merupakan sebuah kosa kata yang komunikatif dan mencairkan suasana.

Seberapa susah menghilangkan body shaming di masyarakat?

  1. Adanya anggapan dimasyarakat bahwa body shaming kepada orang gemuk akan membuat mereka malu, lalu AKAN TERMOTIVASI utk mereka dpt lebih sehat lagi.
  2. Adanya anggapan “kebebasan berpendapat” di teknologi komunikasi sosial yang semakin memudahkan. Mereka lupa bahwa segala sesuatu ada etikanya.
  3. Secara tidak sadar banyak orang mencari pelampiasan permasalahan diri dan hidupnya à karena belum mampunya self healing dari unfinished bussines dalam dirinya.
  4. Karena gempuran teknologi orang semakin memiliki role model dari dunia media sosial dan tidak memiliki norma etika yang standar.

ternyata perbuatan body shaming atau penghinaan fisik di media sosial maupun ruang publik dapat dilaporkan ke kepolisian dan dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik/penghinaan (delik aduan) serta Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Sedangkan, berdasarkan Pasal 315 KUHP berbunyi “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Namun meskipun sanksi yang diberikan sudah ditetapkan, hal tersebut masih belum mempengaruhi seseorang untuk berhenti melakukan body shaming tersebut hingga saat ini.

Sehingga agar terhindar dari kebiasaan menjadi pelaku Body Shaming adalah:

  • Bangun perilaku dan pertemanan yang lebih nyata dan sehat
  • Selesaikanlah masalahmu, terima kehidupanmu dengan rasa syukur.
  • Berhenti mengkritik gaya hidup seseorang yang berbeda denganmu

Sedangkan untuk korban Body Shaming:

  • Bijak Ber-Media Sosial à jangan terlalu lama tenggelam dalam dunia internet
  • Belajar Untuk Mencintai Diri Sendiri à Syukuri selalu!
  • Ekspresikan Apa Yang Kita Rasakan
  • Keluarlah dari “Tempat Persembunyian”
  • Temukan Sisi Positif Dari Dirimu

Ketahuilah bahwa dirimu itu unik, berharga dan kamu dicintai. Selalu merasa bersyukur atas apa yang kamu miliki dan apa yang ada dalam dirimu. Jangan insecure…selalulah bersyukur..

Penulis : Meutia Ananda, S.Psi.,M.Psi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat