Mempersiapkan Kelompok Kegiatan Program Banggakencana Menghadapi Kelaziman Baru (New Normal) di Masa Pandemi Covid-19

Dalam pidato kenegaraan Presiden Joko widodo menyampaikan bahwa “ Tahun 2020-2024 adalah momentum Indonesia di puncak Periode Bonus Demografi, jika kualitas pengembangan SDM dilakukan dengan cara-cara baru maka bonus demografi menjadi lompatan kemajuan bangsa yang luar biasa” (Pidato Kenegaraan Presiden 19/8/2019). Namun demikian, harapan tidak selamanya sama dengan kenyataan.  Memasuki tahun 2020, ketika Dunia dilanda Pandemi Covid 19 global tak terkecuali Indonesia. Situasi yang melemahkan tidak hanya masalah kesehatan, namun juga secara ekonomi dan sosial hingga saat ini  belum menunjukkan tanda-tanda usai,dan akhirnya Presiden mengumumkan kembali untuk mulai “berdamai” atau “membiasakan” hidup dengan Covid 19. Masyarakat Indonesia saat ini sudah harus bersiap menghadapi tatanan kehidupan baru atau yang sering disebut dengan new normal atau kelaziman baru. Indonesia harus mulai kembali produktif tetapi tetap aman dari penularan Covid 19.

Era hidup dengan kelaziman baru ini perlu disosialisasikan kepada program ketahanan keluarga  yang menjadi program prioritas BKKBN yaitu Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana). Bagaimana keberadaan kelompok-kelompok kegiatan (Poktan) tersebut yang selama ini terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan lainnya ?

Keriangan dan keceriaan Program Bina keluarga Balitadi Taman Posyandu, sudah beberapa bulan ini sepi. Musik senam dari balai desayang biasa mengiringi para lansia berolah tubuh di Bina Kelurga Lansia/Posyandu Lansia, sudah lama tidak terdengar. Halaman sekolah pun sepi dari siswa-siswi yang beraktifitas, karena mereka harus belajar dirumah. Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja?  Belum lagi dengan kelompok kegiatan yang selama ini sangat tidak aktif seperti Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), semakin tidak jelas keberadaannya. Perlunya ditata kembali dengan kelaziman baru yaitu mengubah pola atau tatanan aktifitas Poktan tersebut yang mengikuti protokol kesehatan.

Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh Poktan Banggakencana dengan situasi normal baru dengan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK 01.07/Menkes/328/2020 antara lain : perlu ada pengurus / Tim penanganan Covid 19 di masyarakat sebagai rujukan jika ada yang perlu penanganan pelayanan kesehatan, semua anggota yang hadir kegiatan harus menggunakan masker, perlu menyediakan handsanitizer, menyediakan sarana cuci tangan, perlunya membatasi jumlah anggota poktan dengan memperhatikan jarak fisik aman. Bagi anggota peserta Poktan yang hadir harus memastikan dalam kondisi sehat.

Sebelum mengaktifan kembali Poktan yang ada maka persiapannya antara lain; kader melakukan pemetaan (mapping) sasaran anggota diantaranya adalah membentuk kelompok-kelompok kecil yang berdekatan tempat tinggalnya atau mengoptimalkan Dasawisma sebagai forum pertemuan atau komunikasi para anggota Poktan program Banggakencana. Penyiapan  materi yang akan disampaikan dalam pertemuan langsung maupun melalui virtual yang tidak terbelenggu dengan pakem materi yang lama, namun dapat menerapkan kebebasan belajar atau kebebasan memilih materi apapun juga namun masih dalam koridor program Banggakencana,   misalnya; dalam pertemuan BKB, BKR maupun BKL biasanya materi yang disampaikan harus sesuai dengan urutan pertemuan.

Upaya menghidupkan aktifitas Poktan ini perlu digalakkan kembali selain tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan, dapat pula dilakukan melalui pertemuan secara virtual dengan memanfaatkan jaringan internet (daring/online) atau komunikasi digital melalui short massages services (SMS)  ataupun whatsapp(WA) yang dilakukan oleh pendamping kader dilapangan yaitu para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Namun hal ini perlu dipahami pula tantangan yang sangat besar baik meliputi fasilitas teknis maupun sumberdaya manusianya (SDM). Materi siap, tetapi jaringan internet tidak tersedia atau SDM nya yang masih gagap teknologi; inilah fenomena yang kita hadapi. Apalagi jika skala besar yang dipikirkan bagi pengelola program Banggakencana di Perwakilan BKKBN Jawa Timur dimana kegiatan Poktan harus dijalankan pada wilayah yang terdiri dari 664 kecamatan, 8.501 kelurahan/desa (BPS, 2015) memerlukan upaya terobosan yang strategis dalam upaya mencapai target Renstra 2020-2024 yang tidak mudah.

Tidak boleh ada kata menyerah, dengan konsep kelaziman baru (new normal) aktifitas  yang selama ini cenderung menurun maka harus dimulai kembali. Ada pepatah mengatakan bahwasannya “tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh air” maka penyiapan SDM dari hulu sampai hilir dengan tetap melaksanakan aktifitas Poktan harus tetap dilaksanakan  dengan tata laksana yang baru.

Konsistensi kader dan anggota Poktan program Banggakencana dan penguatan institusi masyarakat adalah salah satu solusi untuk melawan Covid 19 jika pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pasti akan menjadi role model untuk masyarakat didesa atau kelurahan. Kelompok kegiatan program Banggakencana adalah alternative hidup sehat melawan Covid 19.

Salam BKKBN, Berencana itu Keren!

 

Penulis: Ayu Mayliawati & Iswari Hariastuti, Latbang Jatim.

Editor: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *